Ribuan Warga Padati Pantai Dewaruci, Tradisi Merti Jaladri Jatimalang Berlangsung Meriah
Ribuan Warga Padati Pantai Dewaruci, Tradisi Merti Jaladri Jatimalang Berlangsung Meriah

By MasCandra 07 Jul 2026, 09:16:35 WIB Kegiatan

Berita Terkait

Berita Populer

Ribuan Warga Padati Pantai Dewaruci, Tradisi Merti Jaladri Jatimalang Berlangsung Meriah

PURWODADI, Tradisi Merti Jaladri kembali digelar dengan khidmat dan semarak di kawasan Pantai Dewaruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Senin (6/7/2026). Tradisi sedekah laut yang telah berlangsung selama kurang lebih 25 tahun ini menjadi wujud rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki dari hasil laut, sekaligus doa untuk memohon keselamatan bagi para nelayan dan pelaku usaha di kawasan pantai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Purworejo Dion Agasi Setiabudi, Camat Purwodadi Kabupaten Purworejo Veny Yudha Apriyani, unsur Forkopimcam, pemerintah desa, tokoh masyarakat, kelompok nelayan, serta berbagai elemen masyarakat yang turut mengikuti seluruh rangkaian prosesi.

Kepala Desa Jatimalang, Suwarto, mengatakan Merti Jaladri merupakan warisan budaya leluhur yang rutin diselenggarakan setiap bulan Suro. Kata merti bermakna memelihara atau memperingati, sedangkan jaladri berarti laut. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan masyarakat terhadap laut sebagai sumber kehidupan.

"Merti Jaladri merupakan ungkapan syukur atas hasil laut yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat, sekaligus doa agar para nelayan dan warga selalu diberi keselamatan serta rezeki yang melimpah," ujarnya.

Tahun ini, lebih dari 80 tumpeng dibawa oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari kelompok nelayan, pemilik perahu, pedagang, RT, Pokdarwis, pemerintah kecamatan hingga instansi terkait. Prosesi puncak ditandai dengan larung tumpeng ke laut menggunakan tumpeng milik Kelompok Nelayan Jati Mulyo yang berisi hasil bumi sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih kepada alam.

Menurut Suwarto, penggunaan hasil bumi sebagai isi tumpeng memiliki makna filosofis. Masyarakat selama ini mengambil hasil dari laut, sehingga sebagai bentuk keseimbangan dan penghormatan kepada alam, yang dilarung justru hasil bumi. Sementara tumpeng yang diperebutkan masyarakat melambangkan kebersamaan, berbagi berkah, serta rasa syukur.

Rangkaian Merti Jaladri berlangsung selama tiga hari, mulai Sabtu hingga Senin. Berbagai kegiatan turut memeriahkan acara, di antaranya marching band, pameran UMKM, pembagian bibit tanaman, lomba anak-anak, pentas kreativitas pelajar SMP se-Kecamatan Purwodadi, hingga pagelaran wayang kulit semalam suntuk sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, mengapresiasi komitmen Pemerintah Desa Jatimalang dan masyarakat dalam menjaga tradisi yang menjadi bagian dari kekayaan budaya Jawa. Menurutnya, Merti Jaladri tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Pantai Dewaruci.

Ia menilai rangkaian kegiatan yang digelar selama tiga hari terbukti mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Pemerintah Kabupaten Purworejo, lanjut Dion, akan terus mendukung penyelenggaraan Merti Jaladri melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta organisasi perangkat daerah agar tradisi ini semakin berkembang sebagai agenda budaya unggulan yang dikenal hingga tingkat nasional maupun mancanegara.

Tradisi Merti Jaladri menjadi bukti bahwa warisan budaya leluhur tidak hanya menjaga identitas masyarakat pesisir, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, rasa syukur, kepedulian terhadap alam, serta semangat melestarikan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman. (P24/wid)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment