Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kekeringan Tahun 2026,Kasi PU dan Trantib Kecamatan Purwodadi menghadiri
Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kekeringan Tahun 2026,Kasi PU dan Trantib Kecamatan Purwodadi menghadiri

By MHusninu 08 Apr 2026, 14:44:30 WIB Rangkuman Berita

Berita Terkait

Berita Populer

Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kekeringan Tahun 2026,Kasi PU dan Trantib Kecamatan Purwodadi menghadiri

Keterangan Gambar : Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kekeringan Tahun 2026,Kasi PU dan Trantib Kecamatan Purwodadi menghadiri


(Purwodadi, 08/04/2026) Kasi Pemerintahan Umum dan Trantibum Kecamatan Purwodadi menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Musim Kekeringan Tahun 2026 yang diselenggarakan pada hari Rabu, 8 April 2026 pukul 09.00 WIB sampai dengan selesai bertempat di Aula BPBD Kabupaten Purworejo.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor antara lain Polres Purworejo, Kodim 0708 Purworejo, Kejaksaan Negeri Purworejo, DPRD Kabupaten Purworejo, Pengadilan Negeri Purworejo, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Purworejo, Dinsosdaldukkb Kabupaten Purworejo, Satpol PP dan Damkar Kabupaten Purworejo, Dinas Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Purworejo, Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Purworejo, Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, BKPH Perhutani Purworejo dan Kemiri, para Camat se-Kabupaten Purworejo, PMI Kabupaten Purworejo, serta BAZNAS Kabupaten Purworejo.

Susunan acara dalam rapat koordinasi tersebut meliputi:

  1. Pembukaan
  2. Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Mars BPBD dan Mars Purworejo
  3. Doa
  4. Sambutan Sekretaris BPBD Kabupaten Purworejo
  5. Paparan materi oleh Kepala Bidang yang membidangi (Suparyono)
  6. Tanggapan dan diskusi dari peserta rapat
  7. Penekanan dari Sekretaris BPBD Kabupaten Purworejo
  8. Penutup

Dalam kegiatan tersebut disampaikan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Purworejo dalam menghadapi musim hujan, masa pancaroba, hingga memasuki musim kemarau tahun 2026, antara lain:

  1. Melaksanakan monitoring dan pemantauan kondisi cuaca secara berkala melalui informasi resmi BMKG.
  2. Menyiagakan personel dan peralatan untuk penanganan darurat bencana.
  3. Melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan kesiapan penanganan apabila terjadi bencana.
  4. Memberikan edukasi dan imbauan kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem.

Disampaikan pula bahwa saat ini Indonesia sedang berada pada fase pancaroba, yaitu masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau yang umumnya terjadi pada periode Maret hingga Mei. Pada periode ini terdapat beberapa fenomena yang perlu diwaspadai, antara lain curah hujan yang tidak merata, potensi cuaca ekstrem skala lokal seperti hujan lebat, angin kencang, petir, serta kemungkinan terjadinya puting beliung.

Khusus untuk wilayah Kabupaten Purworejo, saat ini masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terutama pada sore hari, disertai kemungkinan angin kencang ketika awan cumulonimbus berkembang. Selain itu mulai muncul beberapa hari tanpa hujan yang menjadi indikasi awal menuju musim kemarau.

Berdasarkan press conference BMKG, awal musim kemarau di Provinsi Jawa Tengah diperkirakan mulai terjadi pada bulan Mei 2026, dengan kemungkinan paling cepat pada Dasarian I April 2026 dan paling lambat pada Dasarian II Juni 2026. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026, dengan sebagian wilayah mengalami puncak pada bulan Juli dan sebagian kecil lainnya pada bulan September. Musim kemarau diperkirakan berlangsung selama 5 hingga 7 bulan.

Melalui kegiatan tersebut juga disampaikan beberapa imbauan kepada masyarakat, antara lain:

  1. Meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan maupun kebakaran hutan dan lahan.
  2. Melakukan pemangkasan atau penebangan terhadap pohon yang berpotensi tumbang dan membahayakan bangunan maupun fasilitas umum.
  3. Membersihkan saluran air mengingat masih terdapat potensi hujan.
  4. Menyesuaikan pola dan jadwal tanam di sektor pertanian.
  5. Aktif memantau informasi prakiraan cuaca melalui media sosial pemerintah.

Selama kegiatan rapat koordinasi berlangsung dalam keadaan tertib, aman, dan lancar.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment