Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Pahlawan Tahun 2025 di MWC NU Purwodadi, Dihadiri Ribuan Warga NU
Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Pahlawan Tahun 2025 di MWC NU Purwodadi, Dihadiri Ribuan Warga NU

By MHusninu 10 Nov 2025, 10:28:15 WIB Rangkuman Berita

Berita Terkait

Berita Populer

Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Pahlawan Tahun 2025 di MWC NU Purwodadi, Dihadiri Ribuan Warga NU

Keterangan Gambar : Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Hari Santri dan Hari Pahlawan Tahun 2025 di MWC NU Purwodadi, Dihadiri Ribuan Warga NU


Meski diguyur hujan deras, ribuan warga Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Purwodadi tetap antusias menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka Hari Santri Nasional dan Hari Pahlawan Nasional, bersama KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dari Pondok Pesantren Minggir, Yogyakarta.

Kegiatan berlangsung di halaman Kantor MWC NU Kecamatan Purwodadi, pada Sabtu (8/11/2025), dan berjalan dengan penuh khidmat. Camat Purwodadi Sumarjana,S.Sos turut hadir dalam Pengajian Akbar tersebut.

Ketua PCNU Kabupaten Purworejo, KH. Muhammad Haekal, S.Pd.I, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan keagamaan yang sarat makna ini.

“Atas nama pengurus cabang NU Kabupaten Purworejo, kami bersyukur MWC NU Purwodadi mampu melaksanakan rangkaian kegiatan hingga puncaknya pengajian akbar hari ini. Semoga kegiatan ini membawa barokah dan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua,” ujarnya.

KH. Haekal menegaskan bahwa peringatan Hari Santri dan Hari Pahlawan memiliki keterkaitan sejarah yang erat. Ia menuturkan bahwa perjuangan para ulama dan santri merupakan bagian penting dari perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Hari Pahlawan tidak datang secara tiba-tiba. Itu bermula dari kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, kemudian Resolusi Jihad pada 21–22 Oktober 1945, hingga pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. Artinya, memperingati Hari Pahlawan juga berarti mengenang perjuangan para kyai dan santri yang telah gugur mempertahankan Republik Indonesia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan semangat nasionalisme dan menjaga kerukunan di tengah masyarakat.

“Santri harus terus meneruskan perjuangan para kyai, wali songo, hingga Rasulullah SAW. Kita beribadah dan berjuang di Indonesia, maka menjaga Indonesia adalah bagian dari ibadah. Mari isi kemerdekaan ini dengan amal, ibadah, dan kerja nyata,” imbuhnya.

KH. Haekal juga menekankan agar para santri dan orang tua terus menjaga eksistensi pesantren, baik salafiyah maupun modern, serta membekali generasi muda dengan ilmu agama dan pengetahuan umum agar mampu beradaptasi di era perkembangan teknologi yang cepat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Purworejo, yang juga Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Purworejo, Suranto, ST., S.Sos., MPA., yang hadir mewakili Bupati Purworejo menyampaikan apresiasi tinggi kepada MWC NU Purwodadi atas inisiatifnya menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Purworejo, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Kegiatan seperti ini bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat keimanan, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan memperkokoh nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Suranto, kehadiran Gus Muwafiq menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Purwodadi. Dakwah beliau yang sejuk dan penuh makna diyakini mampu memberikan pencerahan serta motivasi spiritual.

“Di tengah kemajuan zaman yang serba cepat, tantangan moral dan sosial juga semakin kompleks. Karena itu, pengajian seperti ini penting untuk menjaga hati dan pikiran kita agar tetap berada dalam tuntunan Islam rahmatan lil ‘alamin. Dari lingkungan yang religius dan harmonis inilah akan tumbuh generasi muda yang cerdas, santun, dan berkarakter kuat,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni semata, namun berlanjut dalam bentuk amaliyah nyata yang memperkuat ukhuwah, gotong royong, dan kepedulian sosial antarwarga.

Pengajian akbar yang menghadirkan Gus Muwafiq itu berlangsung meriah dan penuh semangat.

Jamaah tampak antusias mendengarkan tausiah yang disampaikan dengan gaya khas beliau — ringan, humoris, namun sarat makna spiritual dan kebangsaan. (P24/wid)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment